Sunday, April 5, 2009

Dari ga pede...jadi gape deeehhh...


Inginnya aku membagi pengalaman hidupku kepada orang banyak. Siapa tau bisa jadi inspirasi. Kan namanya beramal, dan amalan itu pasti ada pahalanya. Jangan dikatakan ujub, atau menunjukkan kelebihan diri (saya sih gak ada apa-apanya)...karena sebenarnya...pesan dalam tulisan ini adalah...yah, nanti akan tau sendiri.


Dari kecil, semua anggota keluargaku, terutama yang tua-tua seperti Om, Tante, Uwak...dan siapa saja yang merasa tau bagaimana aku kecil, semuanya tau...aku ini pemalu. Aku juga tau akan sifatku yang satu ini...terasa olehku waktu kecil. Tangan ini bisa basah, karena keringat...gara-gara aku malu dan takut setengah mati. Tapi, anehnya...kok seingatku, aku juga pernah tampil lho...dimuka kelas pernah...dipanggung juga pernah.


By the way...karena pemalu itulah, setiap mau berinteraksi dengan orang-orang...terutama masalah bisnis (ah, bisnisan ibu-ibu) selalu aku mikir berulang-ulang kali...takut begini dan takut begitu. Hal yang sama ketika aku ingin sekali mengajar anak-anak. Entah kenapa, dari dulu aku ingin sekali mendidik anak-anak...padahal jurusan yang aku jalani jauuuh sekali dari kegiatan ini. Begitulah...akhirnya setelah menikah dan gak ada pekerjaan tetap (males juga sih aku kerja kantoran). Muncul keinginanku untuk mengajar. Itu pun dengan rasa yang gak pedeeeeeeee...bangett! Aku gak pede...tapi ingin sekali jadi gurunya anak2 kecil. Di kompleksku belum ada yang buka les musik, khususnya piano. Wah, bakal laku nih...mimpiku! Tapi lagi-lagi...takut ah, takut nanti ekspektasi orang tidak sama dengan yang aku beri. Karena aku bukan ekspert bermain piano. Hanya saja kelebihanku bisa dan senang menyelami jiwa anak-anak. Maka...pleaaase dong ibu-ibu...walaupun aku bukan Sarjana Piano, tapi aku mampu mengajar anak-anak. Alhamdulillahh, setelah pikir-pikirrr, tanya sana-sini, minta doa sana-sini...akhirnya jadilah aku mengajar.


Modal piano so pasti...bersyukur punya kakak yang baik :) mau meminjamkan piano dan sebagian ruangannya jadi tempatku bereksperimen. Modal yang satu lagi...yang paaaaaaling berat untuk aku kendalikan. Rasa malu tadi. Waaahh, tidak sanggup aku jika ternyata tidak ada murid yang daftar. Takutnya aku kalau ibu-ibu dari muridku tidak puas akan hasil pengajaranku. Malunya aku kalau ternyata mereka, para ibu-ibu adalah pemain piano handal yang bisa memainkan lagu2 klasik tingkat tinggi....oooohhhhh.....gawwaattt!!! Soak euy!!!


Ternyata, kenyataan berlainan dengan apa yang ku bayangkan. Setelah aku bersiap-siap dengan buku materi, administrasi, tempat yang nyaman, dan publikasi yang kecil-kecilan tapi menarik...tentunya kesiapan diri dan mental. Sebisa mungkin aku bersiap agar tidak ada yang kecewa dengan usahaku. Ternyaataaa...banyak telepon yang aku terima :) dari satu orang, dua...tiga...sampai enam...delapan :)) lumayan kan...! Alhamdulillahnya lagi...mereka senang dengan cara aku mengajar...sebagian dari muridku bertahan hingga hampir setahun...terhenti karena kelahiran anakku yang pertama. Bersyukur tidak henti-hentinya...setelah aku siap untuk mengajar lagi, muridku yang lama datang lagi...walaupun akhirnya mereka terhimpit beban sekolah yang melelahkan.


Senangnya aku...pengalaman mengajar piano sudah ditangan...hingga sekarang aku mempunyai anak kedua. Senangnya aku...menjadikan anak-anak yang tidak tau bagaimana memainkan piano, menjadi bisa tampil dengan pianonya. Walaupun itu hanya didepan orangtuanya. Ternyata setelah hampir 4 tahun (hitungan kotor) aku mengajar piano privat..tidak ada hal-hal yang tidak baik yang aku dapatkan atau ku alami. Mudah-mudahan begitu pula yang dirasakan oleh orang tua dari murid-muridku.


Mengajar membuatku lebih pintar. Pintar secara teori bermain musik...dan pintar secara emosiku. Ternyata, mengerjakan segala sesuatu yang kita anggap susah itu akan mudah sekali jika kita menganggapnya mudah. Yang penting adalah niat dan doa. Niat baik dari hati kita. Doa kita sendiri dikuatkan oleh doa orang tua dan orang-orang yang kita sayangi. Jangan pernah kecil hati sebelum mencoba. Kita tidak selamanya hidup...cobalah hal-hal yang baru. Warnailah hidup kita dengan hal-hal yang menyenangkan dalam hidup ini. Tanpa RAGU!


No comments:

Post a Comment